Thursday, May 22, 2008

Ikan Berkepala Buaya (Aligator) Berbahaya

Alphonsus W.P.T.N - detikcom

Jakarta - Pakar perikanan dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan (FIPIK), Sulistiono, yang telah melakukan penelitian singkat terhadap ikan hasil temuan masyarakat Kampung Cangkurawok, Bogor, Jawa Barat mengatakan bahwa ikan berkepala buaya tersebut bukanlah hasil gabungan ikan dan buaya.

Ikan bernama latin Lepisus Peus ini memiliki habitat di sungai-sungai besar di Amerika Tengah dan Selatan.

"Ikan ini tergolong omnivora, cenderung karnivora. Dia banyak memakan ikan-ikan lain. Oleh karena itu sangat berbahaya bagi anak-anak kecil," ujar Sulistiono saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (24/2/2005).

Bahkan tak hanya sampai di situ saja, telur ikan ini juga beracun. "Jika terkena mungkin akan gatal-gatal, dan bila dikonsumsi bisa mengakibakan kejang-kejang," jelasnya.

Ikan ini biasanya bertelur sekitar bulan April - Juni. Ikan langka di Indonesia ini bisa mencapai ukuran 1,5 - 1,8 m dan berbobot 70 kg lebih. "Dengan ukuran demikian, bisa membahayakan. Bisa habis ikan-kan di Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, seharusnya Indonesia memiliki aturan perundang-undangan tentang jenis ikan apa saja yang boleh diimpor. Hal ini terutama karena ikan berkepala buaya ini memiliki kemampuan berenang melawan arus. "Bisa jadi yang mengkoleksinya berada di Jakarta, dan dia tidak tahu kalau ikannya lepas ke sungai," imbuh Sulistiono.

Ikan berkepala buaya ini memang cantik untuk dikoleksi. "Saya pernah melihatnya sewaktu saya berada di Tokyo," aku pakar dari IPB tersebut. Warnanya yang coklat kehitaman mengkilat memang menarik, tetapi tetap memiliki potensi yang membahayakan.

IPB sampai sekarang masih memperbolehkan masyarakat merawat ikan tersebut. "Nanti kita akan ambil untuk diteliti," kata Dr. Sulistiano. Tidak ada rencana untuk membentuk tim khusus untuk meneliti ikan ini, karena sebenarnya ikan ini bukanlah ikan spesies baru. "Hanya teman-teman di fakultas saja yang merasa tertarik (untuk melakukan penelitian)."

8 comments:

MATAHARI MINAHASA said...

menarik sekali! saya sangat tertarik. Dimana saya bisa dapatkan jenis ikan ini untuk diteliti? email saya heya304@hotmail.com.

MATAHARI MINAHASA said...

menarik sekali! saya sangat tertarik. Dimana saya bisa dapatkan jenis ikan ini untuk diteliti?ikan ini jenis aslinya dari amerika utara, akan tetapi menarik sekali untuk diteliti lebih lanjut mengapa ikan ini ada di Indonesia? email saya heya304@hotmail.com.

Ramdhani said...

untuk ikan jenis ini sekarang sudah banyak di toko-toko aquarium yang menjual ikan hias. dari segi ukuran, untuk ikan ini yang saya ketahui ada dua jenis, yaitu ada yang bisa mencapai ukuran paha orang dewasa, tapi kebanyakan yang dijual di toko aquarium, hanya bisa mencapai ukuran pipa 1". kita bisa membedakannya pada mulut ikan tersebut, jika disekitar mulut ikan itu dibalut daging yang cukup tebal, maka bisa dipastikan jenis ini bisa mencapai ukuran yg cukup besar.

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
beeggy said...

ada 4 tipe ikan Gar Fish.
1.Spotted gar
2.Longnose gar
3.Spotnos Gar
4.Alligator gar

yang bisa mencapai 3 meter adalah Alligator gar.sekarang sudah mulai merebak di pasaran dengan harga tinggi.saya pelihara 3 ekor untuk di biakkan.uoupl

Bisnis Internet said...

Sekarang lagi gempar di Surabaya. Kalo di Indo pasti dikaitkan sama hal2 mistis, padahal itu ilmiah kan. heheh,,,

Bagas nusantara said...

Setuju ama di atas ane,kalo masalah soal variasi bukan cuma empat doang,ada banyak sekali lihat sendiri di blog saya

hasann.udin said...

aku sangat stuju dengan pendapat anda,, di khwttrkan jenis asli ikan indnsia bisa sedikit demi sdikit hbs di makan ikn predator tsb,,